Tentang Madu dan Manfaat nya Untuk Kesehatan Balita dan Anak

manfaat madu untuk kesehatan anak

Manfaat madu untuk kesehatan balita dan anak adalah manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama, kandungan vitamin dan mineral, membantu dalam penyembuhan luka lebih cepat, menawarkan perlindungan hati dan mengontrol batuk pada anak-anak.

 Madu adalah salah satu “hadiah” terbesar alam untuk umat manusia. Madu, seperti yang kita tahu adalah salah satu makanan manis yang ditawarkan alam untuk kita. Madu sebenarnya dihasilkan dari nektar yang diperoleh dari berbagai bunga. Lebah madu yang mengumpulkan madu memainkan peran penting dalam produksi madu. Seperti lebah madu mengumpulkan nektar dari berbagai bunga, mereka menelan dan memuntahkan dalam sarang dan mengubah nektar menjadi madu. Enzim-enzim dalam sistem lebah madu menjadi katalisator dalam mengubah nektar menjadi madu. Sejak ribuan tahun lalu, madu telah dikonsumsi oleh manusia dan banyak budaya lama dan peradaban seperti Mesir, Yunani, Roma, Timur Tengah, Afrika, India, Cina, Aztec dan Maya dari Amerika Tengah tahu tentang madu dan dikonsumsi di berbagai kesempatan.  Banyak dari budaya kuno percaya madu memiliki khasiat untuk obat, khususnya Mesir, India, Yunani dan Roma. Ada beberapa contoh di mana filsuf terkenal menulis dalam perjanjian mereka bahwa madu memiliki beberapa sifat obat dan telah sejak digunakan untuk pengobatan tradisional. Bisakah madu diberikan kepada Bayi? Menurut para ahli medis dan dokter anak, madu tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah usia minimal 1 tahun. Alasan utama di balik itu adalah bahwa madu mungkin berisi endospora aktif dari spesies bakteri yang dikenal sebagai Clostridium botulisme. Endospora ini memiliki risiko tinggi menyebabkan botulisme pada bayi dengan mengubah endospora ini ke bakteri beracun dalam sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Ini adalah penyakit serius dan kadang-kadang dapat mengakibatkan kematian. Cara terbaik adalah untuk menghindari sampai bayi Anda berusia minimal 1 tahun. Untuk berada di sisi aman, pastikan bahwa Anda tidak memberikan madu pada bayi Anda sampai berusia 18 bulan. Ketika diberikan kepada balita yang sudah mencapai usia 1 tahun atau 1 ½ tahun madu bisa diberikan tanpa masalah apapun.

Manfaat madu untuk Kesehatan anak-anak

Berikut adalah beberapa manfaat dari madu untuk kesehatan anak-anak

1.  Madu lebih dari sekedar gula:

Ada kesalahpahaman bahwa madu hanya sirup gula, padahal tidak demikian. Madu memiliki berbagai jenis gula yang termasuk sukrosa, gula biasa yang kita gunakan; glukosa, salah satu bentuk yang paling sederhana dari gula; fruktosa, yang merupakan gula buah yang umumnya ditemukan dalam buah-buahan manis. Setiap gula ini berbeda dari gula biasa yang kita digunakan. Perbedaan struktur kimia berarti bahwa masing-masing gula tersebut dicerna dengan cara yang berbeda. gula ini membuat madu sebagai sumber makanan besar dalam hal penyediaan energi untuk waktu yang cukup lama. Umumnya, ketika kita makan gula, kadar gula darah secara tiba-tiba naik karena, sukrosa dan glukosa mudah dicerna dan masuk ke dalam aliran darah dengan mudah. Ketika fruktosa hadir, dibutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Jadi, sementara sukrosa dan glukosa dalam madu dicerna dalam waktu singkat, fruktosa tetap lebih lama dalam sistem pencernaan dan memasuki aliran darah di kemudian hari dan memberikan energi untuk jangka waktu yang lebih lama. 

2.  Pemberi vitamin dan mineral:

Meskipun daftar nutrisi pada madu mungkin tidak terdengar banyak, tetapi vitamin dan mineral yang tersedia adalah cukup baik setidaknya untuk anak-anak. Madu juga mengandung beberapa asam amino yang sangat baik untuk pembangunan fisik. 

3.  Menawarkan perlindungan hati:

Madu memiliki efek perlindungan pada hati, terutama dengan kerusakan hati akibat penggunaan berlebih parasetamol. Kelebihan parasetamol diketahui menyebabkan gagal hati dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu memiliki efek perlindungan pada hati. Jadi, untuk mengurangi efek samping dari dosis parasetamol pada anak-anak, Anda dapat memberi mereka madu. 

4.  Membantu dalam penyembuhan luka lebih cepat :

Penggunan madu untuk penyembuhan luka telah diteliti. Pemberian madu disimulasikan dalam bentuk perbandingan, dimana luka yang satu diberi madu sementara luka yang berikutnya tidak. Hasilnya ketika madu diterapkan ke luka, penyembuhan luka menjadi lebih cepat dibandingkan dengan luka yang tidak diberikan madu. 

5.  Mengontrol batuk :

Secara tradisional, madu telah diberikan kepada anak-anak yang menderita batuk. Batuk pada malam hari dapat mempengaruhi tidur anak. Ketika madu diberikan kepada anak batuk, madu bertindak sebagai agen menenangkan pada selaput lendir meradang dan iritasi yang menyebabkan batuk. Terlepas dari iritasi batuk, madu juga berguna dalam mengurangi kesulitan yang berhubungan dengan menelan.

Langkah – langkah dalam memberikan madu dan memilih madu yang tepat saat diberikan kepada anak-anak Anda

Berikut adalah beberapa hal penting yang harus diketahui sebelum memberikan madu kepada anak-anak Anda.

1.  Infant botulisme :

botulisme pada bayi adalah bentuk serius dari keracunan makanan yang dapat terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun, yang telah diberikan madu. Seperti yang dibahas sebelumnya, madu dapat mengandung spora dari bakteri yang dapat menyebabkan botulisme pada bayi. Jadi, hindari pemberian madu untuk anak bayi Anda. Hanya setelah bayi Anda berusia 1 tahun atau lebih, Anda dapat memberikan madu.

2.  Pollen alergi :

Terlepas dari infant botulisme pada bayi, ada juga risiko alergi serbuk sari dalam madu. Meskipun risiko mendapatkan serbuk sari melalui madu sangat kecil, namun itu adalah salah satu risiko yang diketahui. Banyak orang memiliki alergi untuk serbuk sari dan madu dapat memiliki jejak serbuk sari. Jadi, lebih baik untuk menghindari memberikan madu untuk bayi di bawah usia 1 tahun, karena bayi dibawah 1 tahun lebih rentan terkena alergi.

3.  Memilih madu organik bersertifikat :

Memilih madu organik yang bersertifikat adalah pilihan yang sangat baik daripada madu lokal dan madu komersial. Risiko membeli madu lokal lebih besar karena non-sertifikasi yang artinya kehigienisannya masih belum terstandar dengan baik. Sementara untuk madu komersil Risiko botulisme dan serbuk sari memang lebih berkurang, tetapi madu komersial dapat berisi pestisida atau jejak kimia lainnya. Itu sebabnya, lebih baik untuk memilih madu organik bersertifikat.

Kandungan Nutrisi pada Madu Berikut kandungan nutrisi yang terdapat pada madu berdasarkan Database Nasional Gizi dari Departemen Pertanian Amerika Serikat :

Nutrition Value per 100 g Nutrition Value per 100 g
Air 17 g Energy 304 kcal
Protein 0.3 g Carbohydrate 82.4 g
Sugars 82.12 g Fiber 0.2 g
Calcium 6 mg Iron 0.42 mg
Magnesium 2 mg Phosphorous 4 mg
Potassium 52 mg Sodium 4 mg
Zinc 0.22 mg Vitamin C 0.5 mg
Riboflavin 0.03 mg Niacin 0.12 mg
Vitamin B-6 0.024 mg Folate 2 ug

Madu Untuk Batuk Anak

madu untuk batuk anak

Ketika anak batuk, hampir seluruh penghuni rumah tidak bisa tidur atau minimal tidak bisa tidur nyenyak 😦

Tapi dengan 2 sendok teh madu sebelum tidur dapat meredakan batuk anak anda dan memastikan semua penghuni rumah dapat tidur dengan lelap :))

Jika anak Anda terkena batuk, cobalah memberinya madu sebelum tidur,  pemberian madu dapat  mengurangi peradangan batuk.

Madu dengan segala khasiatnya, sudah digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Lalu bagai mana madu bisa menjadi terapi untuk batuk anak?

Madu dengan kekentalannya dapat menyejukkan bagian belakang tenggorokan, sedangkan rasa manis menyebabkan air liur,  dimana air liur  menipiskan lendir dan mengurangi dorongan untuk batuk.

Yang paling utama adalah antioksidan madu dapat membantu tubuh menangkal bakteri penyebab flu dan batuk.

Bagaimana aturan minum madu untuk anak ?
Untuk anak-anak usia 1 sampai 5 tahun,  dapat minum madu dengan takaran 1/2 hingga 2 sendok teh. (walau disebut sendok teh, tapi jangan sekali-kali mencampur madu dengan teh, karena justru teh sebagai penawar khasiat madu)

Minum madu untuk anak-anak boleh diminum langsung atau mencampurnya dengan air putih.

Bolehkah madu diberikan untuk anak di bawah 1 tahun.

Untuk beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, bagi anak dibawah 1 tahun madu  dapat menyebabkan botulisme infantil. Secara medis, tidak dianjurkan untuk memberi madu pada bayi berusia kurang dari satu tahun karena madu bisa saja mengandung bakteri atau spora yang dibawa kaki lebah ketika mencari makanan atau bunga. Namun sekali lagi kasus botulisme infantil sangat jarang terjadi akibat pemberian madu untuk bayi di bawah 1 tahun.

Madu Anak, Manfaat dan Khasiatnya

lebah-madu-anak

Madu anak memiliki khasiat yang luar biasa untuk kesehatan anak, bahkan sejak zaman dahulu nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan bahwa madu merupakan makanan/minuman yang sangat baik, tidak hanya baik dikonsumsi untuk orang dewasa, tapi baik juga dikonsumsi oleh anak-anak.

Madu dihasilkan oleh lebah dimana makanan lebah berasal dari bahan alami terpilih yaitu nektar dari bunga atau tanaman. Lebah sangat selektif dalam memilih tumbuhan yang akan diambil sari bunga atau nektar nya. Semua proses yang dilakukan lebah hingga menghasilkan madu sangat baik dan seletif, oleh karena itu hasilnya pun tentu lah sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia terutama anak-anak.  Madu juga memberikan efek yang terbaik untuk tubuh kita dengan rajin mengkonsumsinya setiap hari.

Madu anak memiliki rasa yang manis, bentuknya yang sedikit kental seperti sirup dengan rasa yang manis alami, bahkan madu anak ini bisa dijadikan pengganti gula di dalam pendamping makanan, seperti untuk minum obat, agar-agar, pudding dan makanan lainnya. Bagi anak – anak madu anak juga memiliki banyak khasiat diantaranya adalah :

1.    Menambah nafsu makan terutama untuk anak – anak yang memiliki masalah susah makan, madu anak dapat memberikan stimulasi agar anak memiliki selera makan yang baik, diberikan rutin kepada anak dua kali sehari.

2.    Untuk anak yang sedang mengalami penyakit batuk, madu juga dapat mengobati untuk meredakan batuk tersebut lebih cepat, dengan khasiat yang dimiliki untuk daya tahan tubuh sehingga batuk anak tersebut akan berkurang. Begitu juga untuk anak yang terkena pilek, demam dan alergi.

3.    Dapat membuat anak untuk tidur lebih pulas dan nyenyak, karena madu memiliki khasiat kandungan zat besi dan tembaga yang baik untuk pencernaan mereka sehingga akan mengurangi rasa nyeri atau permasalahan lainnya, sehingga membuat tubuh anak merasa nyaman.

4.    Madu anak juga sangat baik untuk pertumbuhan anak karena kandungan tembaga dan zat besi tersebut memiliki kandungan paling tinggi yang ada di madu, dan masih banyak kandungan tambahan yaitu zat asam folat yang sangat baik sebagai zat pertumbuhan anak, dan zat ini sangat baik untuk pembentukan sel darah merah pada tubuh anak.

5.    Perkembangan otak yang baik yang optimal sehingga dapat menjaga fungsi kerja otak yang baik dengan kandungan fruktosa yang dimiliki oleh madu tersebut, dan akan lebih maksimal diberikan madu sebelum tidur karena perkembangan otak tersebut akan maksimal saat anak sedang tertidur lelap.

Madu dapat memberikan manfaat yang baik untuk anak asalkan dengan dosis yang tidak berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan juga akan memberikan efek samping yang kurang baik untuk anak yang mengkonsumsinya, bahkan jika anak tersebut memiliki pencernaan yang sensitif, maka akan mengalami diare atau mencret pada anak tersebut.

Saat ini banyak madu yang tersedia di pasaran, dengan banyak pilihan dan penawaran, oleh karena itu kita sebagai orang tua harus jeli untuk melihat madu yang murni dan asli dikarenakan banyak madu yang beredar juga banyak ditambahkan dengan pemanis buatan. Banyak cara untuk mengetahui madu asli atau palsu, tapi cara sederhana adalah dengan menyimpan madu tersebut di dalam kulkas (bukan dalam freezer). Diamkan selama 1-2 hari, jika ada sebagian yang mengeras/putih, maka bisa dipastikan madu tersebut ditambahkan gula/pemanis.

Banyak juga pedagang yang menjual madu dengan membawa langsung sarang lebahnya, hal ini juga tidak menjamin bahwa madu yang dibawa asli.

Kalau kita perhatikan sebenarnya banyak madu yang dijual dalam skala produksi. Pilih lah produk madu yang sudah memiliki ijin dari BPOM RI  hal ini untuk menjamin kualitas dan keaslian madu tersebut.

Ada banyak sekali jenis madu yang dijual di pasaran. Madu berdasarkan nektarnya seperti madu kapuk/madu randu, madu lengkeng, madu rambutan dan lainnya.
Ada juga madu berdasarkan asal lebah/mendapatkan sarangnya, seprti madu hutan, madu arab, madu sumbawa dll.

Untuk madu anak, pilih lah madu yang memang kandungannya cocok untuk anak. Salah satunya madu anak antariksa. Jenis madu anak ini memang dibuat untuk kesehatan dan kebutuhan anak.

Mengapa harus dibedakan madu anak dengan madu untuk umum. Karena tingkat kematangan pada saluran pencernaan anak berbeda dengan orang dewasa. Terutama untuk anak di bawah 1 tahun yang pencernaannya belum sempurna.
Itulah beberapa hal tentang madu anak yang baik untuk diketahui oleh para orang tua. Semoga bermanfaat.

Save