Penyebab Janin Tidak Berkembang yang Harus Diketahui

Bagi setiap orang wanita yang hendak mempunyai momongan penting untuk anda guna mengetahui apa sebenarnya penyebab janin tidak berkembang sehingga bisa menghindari kondisi ini. Banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab janin pada kandungan anda tidak berkembang. Bisa disebabkan masalah genetik bawaan dalam sang janin atau dikarenakan oleh penyakit yang menyerang ibu sewaktu hamil. Janin yang tak mengalami perubahan bisa terdeteksi saat ibu hamil sedang proses pemeriksaan. Oleh karena itu, wanita hamil sangat penting untuk memeriksakan kandungannnya dengan teratur. Dan jika ada masalah bisa diketahui sejak dini.

Pertanda janin tidak berkembang pada umumnya bisa terdeteksi pada saat usia kehamilan memasuki 1-3 bulan. Umumnya janin yang tidak berkembang ini terlihat saat ibu hamil melakukan pemeriksaan USG. Pada saat pemeriksaan tersebut, janin akan dijumpai gambaran jika kesehatan janin tidak berada pada perkembangan yang seharusnya. Janin yang tidak berkembang merupakan sebagai suatu keadaan yang mana janin tidak bisa mengalami perkembangan secara normal seperti janin yang sehat pada umumnya. Para ibu juga harus tau akan makanan sehat untuk ibu hamil agar janin tetap sehat dan berkembang.

Penyebab Janin Tidak Berkembang

Janin yang tidak berkembang dengan baik merupakan salah satu masalah pada kehamilan usia muda yang belum banyak disadari oleh pasangan suami dan istri. Keadaan janin belum berkembang sebenarnya bisa dideteksi dengan sejumlah pemeriksaan seperti USG. Akan tetapi, pemeriksaan USG belum bisa tersebar merata di seluruh wilayah negeri ini. Oleh karena itu, mari kita ulas mengenai kondisi-kondisi yang begitu sering menjadi penyebab janin tidak berkembang berikut ini.

Blighted Ovum

Penyebab janin tidak berkembang yang pertama yang harus kita ketahui adalah blighted ovum atau yang populer dengan istilah kehamilan kosong. Blighted ovum termasuk suatu kondisi kehamilan yang mana tidak ada perkembangan embrio sesudah proses pembuahan yang terjadi pada tubuh ibu. Selanjutnya hanya akan menyisakan kantung janin saja.

Penyebab janin tidak berkembang yang berhubungan dengan kondisi blighted ovum ini termasuk masalah genetik yang dengan cara tidak langsung merupakan tanggung jawab orang tua. Kualitas dari sel telur beserta sperma yang buruk merupakan salah satu alasan gangguan janin ini. Maka dari itu, sebagai calon orang tua, anda seharusnya menjaga asupan nutrisi dan juga kebugaran dengan cara tidak mengkonsumsi alkohol ataupun rokok.

Infeksi

Seorang wanita yang sedang hamil memang sangat mudah sekali terkena permasalahan infeksi dari sejumlah virus serta parasit seperti halnya Toxoplasma, virus Rubella, Citomegalovirus dan juga virus Herpes simpleks (TORCH). Permasalahan infeksi dari sejumlah virus serta parasit yang telah disebutkan ini diketahui mengakibatkan fatal dalam masa kehamilan dan termasuk salah satu penyebab janin tidak berkembang saat hamil.

Infeksi toxoplasma ini diakibatkan oleh parasit Toxoplasma gondii, infeksi ini dapat menimbulkan gejala yang ringan mirip dengan gejala influenza pada penderitanya. Akan tetapi hal ini akan begitu berbeda apabila terjadi pada wanita yang sedang hamil. Infeksi Toxoplasma bisa mengakibatkan keguguran ataupun kelahiran bayi dengan berbagai kekurangan seperti halnya gangguan penglihatan dan juga gangguan pendengaran, retardasi mental bahkan juga gangguan otak.

Gangguan Darah

Penyebab janin tidak berkembang berikutnya yang juga mulai banyak dijumpai adalah sebuah kelainan darah yang terjadi pada wanita hamil. Kelainan darah ini sering disebut dengan istilah trombofilia. Yang mana darah dari penderitanya mempunyai kecenderungan guna mengalami pembekuan. Dalam hal ini jika terjadi pada seorang wanita hamil maka janin yang dikandungnya tidak bisa berkembang. Penderita trombofilia kerap mengeluhkan sering mengalami keguguran. Bila anda terjadi hal seperti ini segera periksakanlah diri anda ke dokter ahli.

Inilah Makanan Penambah Darah Untuk Ibu Hamil Yang Sehat

Saat saat kehamilan merupakan masa yang dinanti nanti, terutama untuk pasangan yang menginginkan segera mempunyai momongan. Memang terjadi banyak perubahan semasa kehamilan seperti halnya bentuk tubuh sang ibu, hingga sampai suplemen atau gizi yang diperlukan oleh tubuh. Salah satudiantaranya yaitu makanan penambah darah untuk ibu hamil, buah buahan, protein, vitamin, dan juga zat gizi lain yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan janin.

Pada saat hamil, wanita akan merasakan tubuhnya kurang mampu untuk bekerja seperti biasanya secara maksimal. Kaum wanita yang sedang mengandung juga sering merasakan kepala pusing, mual, letih, sesak nafas dan juga keluhan lainnya. Wanita hamil bisa mengalami kekurangan darah bisa diakibatkan karena kurang asupan zat besi yang dimakan pada setiap harinya. Sedangkan pola makan yang terganggu disebabkan karena rasa mual, dan faktor yang lainnya. Oleh sebab itu untuk mengatasi permasalahan anemia ataupun kekurangan darah pada ibu yang mengandung dapat dengan makan makanan yang sehat. Sehingga bisa menambah darah agar asupan gizi pada tubuh dapat dipenuhi. Makanan merupakan salah satu penyumbang darah yang paling besar yang dapat mengembalikan tekanan darah agar menjadi normal kembali. Ini juga berpengaruh untuk kesehatan anak dalam kandungan.

Sayuran Penambah Darah Untuk Ibu Hamil

Anda juga dapat makan berbagai macam sayuran guna meningkatkan kadar hemoglobin dari tubuh. Dan membuat orang hamil terhindar dari anemia. Sayuran begitu baik dikonsumsi untuk ibu mengandung sebab didalamnya terdapat serat, nutrisi serta vitamin. Tak hanya itu, sayuran juga terdapat zat besi. Dan bila dikonsumsi pada jumlah cukup akan menghindarkan ibu hamil dari resiko anemia. Dan jenis sayuran yang baik untuk dikonsumsi seorang ibu mengandungl yang kekurangan darah yaitu sayuran hijau. Sebab terdapat zat besi yang lebih tinggi jika dibandingkan sayuran lainnya. Contoh sayuran yang banyak kandungan zat besi yakni bayam, brokoli, kacang panjang, sawi, lobak, kacang polong hijau serta kacang merah.

Jus Buah Penambah Darah

Selain sayuran hijau dan makanan, buah-buahan juga sangat bervitamin untuk penambah darah ibu yang sedang hamil. Biasanya buah mengandung banyak sekali vitamin A, vitamin B kompleks serta vitamin C yang seluruhnya bagus untuk kesehatan ibu dan juga janin. Akan tetapi, guna meningkatkan hemoglobin dalam tubuh, lebih baik anda mengkonsumsi buah yang banyak kandungan zat besi seperti halnya alpukat, apel, semangka dan juga kurma. Keempat dari buah itu mempunyai kandungan zat besi yang sangat tinggi. Anda dapat mengkonsumi buah buahan tadi menjadi jus yang sangat menyegarkan.

Banyak Mengkonsumsi Buah-Buahan

Buah buahan banyak sekali mengandung vitamin sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan anemia atau bisa disebut kekurangan darah yang terjadi pada ibu hamil. Buah buahan juga telah tebukti sebagai buah pelancar peredaran darah serta baik untuk kesehatan tubuh ibu yang sedang mengandung. Oleh sebab itu pada waktu wanita sedang hamil disarankan untuk secara rutin mengkonsumsi buah-buahan yang masih segar. Misalnya mengkonsumsi buah tomat pada setiap harinya. Tomat banyak mengandung vitamin A dan juga vitamin C yang bisa menambah darah untuk ibu yang sedang hamil. Selain tomat, apel juga mempunyai kandungan vitamin C yang sangat tinggi yang bisa menjadi sarapan tepat untuk penderita yang kurang darah. Kandungan vitamin C yang ada pada buah jeruk bisa memperbanyak sel darah merah pada dalam tubuh serta begitu baik untuk penderita anemia. Buah juga baik untuk perkembangan anak dalam kandungan.

Mengkonsumsi Daging

Daging termasuk salah satu makanan yang banyak mengandung zat besi yang cukup tinggi. Sehingga sangat baik untuk menambah darah pada ibu yang sedang mengandung. Dengan mengkonsumsi daging, ini akan membantu penambahan sel darah merah yang ada pada tubuh. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi daging berlebihan atau terlalu banyak, sebab daging meningkatkan kolesterol yang ada pada tubuh ibu hamil.