Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi Paling Aman

Melihat anak kita yang masih bayi ceria serta sehat menjadi keinginan setiap para orang tua. Terutama untuk orang tua yang baru saja mengalami proses persalinan. Untuk anak usia bayi yang sehat akan tampak lincah walaupun masih dengan gerakan yang sangat terbatas. Semakin sering terjadi permasalahan pada bayi, terutama yang ada hubungan dengan sistem pencernaan. Terdapat bayi yang mengalami sembelit. Ciri cirinya adalah sulit buang air besar, nafsu makan berkurang, tinja yang lebih keras serta bayi sering menangis. Keadaan ini berkaitan dengan beberapa penyebab bayi BAB keras serta berdarah. Bayi tidak pup selama seminggu, bayi tidak pup 3 hari serta penyebab bayi susah pup dengan perbandingan penyakit tertentu. Walaupun ini masalah yang umum terjadi, akan tetapi untuk bayi tentu akan begitu menyakitkan.

Mungkin sekarang ini anak bayi Anda kelihatannya mengalami kesulitan dalam buang air besar. Atau dalam beberapa hari tidak buang air besar. Para orang tua harus perhatikan, mungkin itu termasuk sembelit pada bayi. Jika dalam istilah medis disebut dengan konstipasi. Berbeda dengan sembelit yang dialami oleh orang dewasa, sembelit bisa diatasi dengan berbagai macam obat-obatan. Lalu untuk cara mengatasi sembelit pada bayi kita tak bisa mengandalkan obat-obatan yang sering dipakai untuk mengobati sembelit. Sebab pencernaan bayi masih tergolong lemah maka kita harus perhatikan dalam keamanannya, yaitu lebih memakai penanganan dengan cara yang alami.

Penyebab Bayi Sembelit

Guna tau akan cara mengatasi sembelit pada bayi, para orang tua harus mengerti apa saja faktor yang dapat membuat sembelit pada bayi. Penyebab yang paling umum terjadi, antara lain yaitu bayi baru dikenalkan dengan makanan bertekstur padat. Permasalahan susah BAB biasa terjadi pada bayi yang sedang terjadi perpindahan dari hanya memakan cairan atau ASI lalu konsumsi makanan padat. Sistem pencernaannya masih belum biasa dengan kedatangan makanan padat pada lambung. Tak hanya itu, perhatikan juga faktor-faktor yang menjadi penambah risiko, contohnya jenis makanan padat yang seratnya sedikit.

Bayi yang kekurangan cairan. Kekurangan cairan dapat membuat kotoran menjadi keras atau kering, sehingga susah untuk dikeluarkan. Selain kekurangan asupan cairan, sebagian besar bayi akan sulit dalam menerima makanan serta minuman. Sebab mulut mereka mengalami masalah. Ada beberapa masalah mulut yang menjadi penyebab dari kondisi dapat disebabkan oleh pertumbuhan gigi susu ataupun terdapatnya sariawan. Hal lain yang menjadikan anak menjadi tidak mau minum, sehingga mengakibatkan dehidrasi merupakan penyebab penyakit. Seperti halnya akibat pilek, infeksi telinga, ataupun akibat infeksi tenggorokan.

Selain itu, kondisi medis tertentu bisa berkontribusi pada masalah sembelit pada bayi. Pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan, pada umumnya beberapa penyebabnya yaitu kelainan organ saluran pencernaan sejak lahir. Masalah sembelit ini bisa diakibatkan alergi susu sapi, penyakit seliak, kadar kalsium yang terlalu tinggi pada darah (hiperkalsemia). Bisa juga hipotiroid, penyakit hirschprung, serta kelainan pada sumsum tulang belakang. Beberapa kondisi medis yang lain yang dapat mengakibatkan bayi mengalami sembelit ataupun susah buang air besar, diantaranya keracunan makanan, alergi makanan, ataupun karena alergi susu sapi.

Susah dalam buang air besar bisa disebabkan minum susu formula. Susu formula mempunyai komposisi nutrisi yang sangat berbeda dengan ASI. Perbedaan komposisi antara asi dan susu formula ini kemudian menngakibatkanuntuk susu formula lebih susah dicerna dibandingkan dengan air susu ibu. Hal inilah yang selanjutnya mengakibatkan feses bayi lebih keras sehingga rentan mengakibatkan sembelit.

Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Berikut ini merupakan beberapa cara mengatasi sembelit pada bayi secara alami dan aman yang bisa anda praktekkan jika terjadi masalah ini pada anak anda.

Kurangi Kekentalan Susu Formula

Masalah sembelit pada bayi memang lebih sering terkena pada bayi yang minum susu formula. Terlebih lagi untuk bayi yang meminum susu formula yang membuatnya kental. Apabila seorang ibu mengalami permasalah ini, untuk itu kurangi jumlah susu formula supaya tidak begitu kental. Anda mungkin butuh sedikit menyimpang dari aturan dari langkah membuat susu formula yang tepat dan benar. Anda sebaiknya mengurangi takaran serta melihat apakah anak anda yang bayi Anda masih mengalami masalah sembelit. Dengan langkah ini, maka manfaat dari susu formula pada bayi tetap diperoleh dengan langkah yang lebih sehat. Terlebih lagi susu formula juga merupakan salah satu cara untuk menyapih anak dari ASI.

Perubahan Diet Untuk Ibu yang Memberikan ASI

Apabila ibu yang telah memberikan ASI mengalami masalah bayi sembelit, maka faktor penyebab bisa terjadi akibat lintas nutrisi. Makanan yang dimakan oleh ibu dapat melintas pada ASI yang mengakibatkan masalah sembelit. oleh sebab itu, ibu dapat merubah jenis makanan selama masih dalam proses menyusui. Para ibu bisa mengurangi berbagai jenis makanan yang membuat gas perut. Misalnya seperti terong serta lebih banyak makan makanan yang terdapat kandungan serat seperti halnya brokoli, bayam, jeruk, pir dan juga buah pepaya. Langkah ini dapat membantu bayi yang sembelit supaya dapat buang air besar dengan lancar dan baik. Makanlah berbagai jenis makanan yang sehat pada ibu yang sedang menyusui. Apabila harus diet guna menurunkan berat badan selama proses menyusui, maka lakukanlah langkah diet ibu menyusui yang bisa dikatakan aman. Hindari makanan yang dilarang untuk ibu menyusui.

Jangan Memberikan Makanan Padat untuk Bayi

Selain karna faktor diet ibu, penyebab bayi mengalami masalah sembelit mungkin disebabkan pemberian makanan yang padat. Ini merupakan hal yang begitu wajar. Khususnya pada bayi yang menerima makanan dari pendamping ASI. Akan tetapi, bayi sesungguhnya masih mempunyai sistem pencernaan yang berkembang. Pada saat belum dapat makan makanan yang padat, maka bagian dari usus bayi sama sekali tidak dapat mencerna makanan dengan baik. Sehingga, untuk sementara waktu sebaiknya jangan memberikan makanan dengan tekstur padat seperti halnya sereal dan juga bubur instan.

Berikan ASI Secara Eksklusif

Pada umumnya bayi yang menerima asupan ASI secara eksklusif dapat terhindar dari permasalahan sembelit. ASI terdapat kandungan nutrisi yang begitu sempurna. Seperti halnya lemak dan juga protein. Selanjutnya, sistem pencernaan dapat memecah lemak serta protein dari ASI dengan cara sempurna. jadi protein dapat diserap oleh usus halus bayi. Langkah ini bisa membantu bayi supaya tidak mengalami sembelit. oleh sebab itu, umumnya kotoran bayi yang menerima ASI akan terlihat lebih lembut dari pada bayi yang menerima asupan makanan yang lain. Sehingga, bila Anda memberikan ASI, maka teruslah memberi ASI saat bayi mengalami sembelit. Sebab jika anda tidak memberikan ASI bayi anda bisa kekurangan cairan dan dehidrasi. Untuk para ibu yang memberikan ASI eksklusif, dianjurkan untuk menghindari seluruh pantangan untuk ibu yang sedang menyusui serta lebih memilih makan jenis makanan guna mempebanyak ASI.

Berikan Cukup Serat

Apabila bayi Anda telah bisa mulai menerima makanan yang padat dan punya sistem pencernaan yang paling aman untuk makan. Maka berikanlah makanan yang mengandung serat yang sehat. Anda dapatcoba memberikan berbagai makanan yang terdapat serat tinggi seperti halnya beras merah, wortel, pisang. Atau sayuran brokoli, jeruk, bubur serta makanan yang lainnya. Perhatikanlah untuk memasak seluruh jenis sayuran ini dengan benar. Sebaiknya hindarkan memberikan bahan tambahan misalnya garam dengan cara berlebihan yang dapat menjadikan perut bayi menjadi kurang sehat.

 

Cara Mengeluarkan Dahak Pada Bayi Paling Aman

Dahak, yang ada di dalam rongga hidung dan juga tenggorokan, memiliki fungsi dalam menjaga saluran pernafasan supaya tetap bersih, lembab, dan juga tetap segar. Dalam kondisi tidak sakit pun dahak akan tetap ada pada saluran pernafasan seseorang. Namun pada saat dalam kondisi sakit, produksi dahak akan menjadi lebih banyak. Pada saat usia bayi, saluran pernafasannya masih begitu kecil, sehingga seorang bayi belum mampu mengeluarkan dahak dengan sendirinya seperti halnya orang dewasa. Produksi dahak yang berlebih pada usia bayi akan menjadikan bayi tidak merasa nyaman, batuk secara terus-menerus. Selan itu juga akan merasa sulit tidur, sulit menelan, dan beresiko tersedak.

Pada saat anak sedang mengalami batuk atau sedang terserang pilek, hal yang begitu terasa mengganggu pada si kecil adalah ketika dahaknya sulit untuk dikeluarkan. Dan tentu saja ini akan dapat mengganggu jalannya udara pada saluran nafasnya. Tidak seperti halnya pada orang dewasa, akan tetapi diperlukan trik dan cara mengeluarkan dahak pada bayi dengan efektif dan tentunya tanpa membahayakan pada si kecil. Memberikan obat sebagai penghilang dahak sebaiknya harus dihindari, Sebab obat-obatan yang tidak diperbolehkan saat anak menginjak usia dibawah 4 tahun. Berikut ini cara mengeluarkan dahak pada bayi.

Perbanyak Minum

Pada saat bayi Anda mengalami masalah batuk dan juga pilek, produksi dahak yang berlebih hanya termasuk salah satu dari beberapa gejala yang mungkin terjadi. Bayi Anda mungkin juga akan mengalami demam. Anda juga harus mengetahui cara menurunkan panas pada anak. Pemberian asupan cairan yang memiliki banyak fungsi dalam menjaga bayi supaya tidak dehidrasi dan juga untuk membantu menurunkan suhu tubuh pada anak. Dahak yang terlalu kental akan sangat sulit untuk dikeluarkan, sehingga si kecil sering menangis, tidak mau makan dan tentunya juga akan mengalami demam.

Dalam mengencerkan dahak yang sudah terlalu kental bisa dilakukan dengan cara minum banyak cairan. Akan tetapi jika bayi Anda masih berusia di bawah usia 6 bulan, susuilah bayi Anda dengan frekuensi sesering mungkin. Apabila bayi Anda tidak mau menyusu dengan cara langsung, coba perahlah ASI Anda kemudian mintalah tolong pada orang lain untuk memberikannya. Hindarilah memakai dot sebagai media dari pemberian ASI perah. Supaya sang bayi Anda tidak bingung pada saat puting Anda kembali menyusuinya dengan cara yang langsung. Sedangkan jika bayi Anda sudah berusia di atas 6 bulan, maka selain memberkan cairan ASI, berikanlah juga cairan dalam bentuk yang lain. Seperti halnya air putih, jus buah, ataupun sup yang hangat dan juga berkuah. Sebagai usaha dalam menjaga daya tahan tubuhnya supaya tetap kuat dalam melawan penyakit, berikan juga makan seperti yang biasa anda berikan.

Uap Air Hangat

Seiapkanlah baskom yang telah berisi air hangat, kemudian berikanlah beberapa tetes minyak kayu putih. Dan setelah itu letakkan di dekat bayi agar uapnya bisa terhirup atau uapkan pada wajahnya. Cara mengeluarkan dahak pada bayi ini mirip dengan terapi uap yang bisa membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak. Selain itu juga bisa membuka saluran hidung yang tersumbat, bisa juga untuk melegakan pernafasan. Dengan demikian dahak pun menjadi mudah untuk dikeluarkan. Hati-hatilah pada saat meletakkan air panas, jangan sampai gampang terjangkau oleh bayi, sebab dikhawatirkan bisa membuatnya terluka. Semua ini untuk kesehatan anak.

Oleskanlah balsem khusus ataupun minyak kayu putih di area dada bayi serta disekitar leher.Sedangkan rasa hangat yang ditimbulkan akan bisa membantu mengencerkan dahak serta uap hangat yang dihirup dimungkinkan bisa melegakan pernafasan. Cara demikian juga akan memberikan rasa hangat di area tubuh bayi yang menenangkan. Pastikanlah untuk tidak terlalu banyak menggunakannya supaya bayi tidak merasa kepanasan.

Umur Berapa Bayi Bisa Duduk Dengan Tanpa Bantuan

Dalam satu tahun yang pertama banyak perkembangan penting pada bayi. Perkembangan yang kerap dipertanyakan adalah sebenarnya umur berapa bayi bisa duduk. Ssudah berbulan-bulan keadaan berbaring, ada saatnya bayi merubah dengan posisi duduk. Hal ini sangat diharapkan oleh kedua orang tua, supaya bayinya bisa duduk sesuai dengan umurnya. Akan tetapi anda harus tau secara normal umur berapa bayi bisa duduk, baik itu duduk sendiri atau ditopang. Pada saat bayi berusia 3 atau 4 bulan, bayi mulai berusaha mengangkat-angkat bagian kepalanya. Ini adalah cara dia untuk melatih otot-otot leher untuk modal utama supaya mampu duduk.

Perkembangan bayi untuk bisa duduk didukung dengan kemampuan motorik kasar. Seperti halnya otot yang kuat pada bagian leher, bahu, perut, punggung, serta bagian pinggang. Selanjutnya kemampuan motorik halus seperti halnya menyentuh, menggenggam dan juga berekspolarasi akan mengkuti. Semakin sering bayi berlatih maka lama kelamaan akan mampu untuk duduk tegak walaupun dengan sedikit bantuan. Lama kelamaan bayi akan menemukan kenikmatan serta akan terus berusaha untuk melakukannya. Kemudian hari bayi bisa duduk sendiri dengan tegak tanpa harus dibantu.

Umur Berapa Bayi Bisa Duduk Sendiri

Memang berbeda perkembangan dari bayi, namun sebagian besar bayi akan dapat duduk dengan bantuan (ditopang) dari usia 3 sampai 5 bulan. Pada waktu memasuki usia 6 bulan, mungkin bayi telah mengembangkan otot-otot leher. Dan tubuh bagian atas serta otot punggung untuk bisa duduk sendiri tanpa dibantu. Tetapi, untuk beberapa bayi, perkembangan untuk bisa duduk sendiri tanpa bantuan dapat mencapai usia 9 bulan. Khususnya jika bayi menghabiskan banyak waktu pada posisi berbaring pada tempat tidurnya tanpa harus dilatih duduk. Saat umur 7 bulan, bayi mungkin bisa masuk pada posisi duduk sendiri dengan mendorong naik dari perutnya. Namun sebagian besar bayi harus ditarik pada posisi duduk oleh orang tua hingga sekitar 11 bulan. Perhatikanlah perkembangan bayi usia 11 bulan ini.

Disaat usia 4 bulan, kemungkinan bayi akan bisa menahan kepalanya dengan stabil saat badan ditopang dalam posisi setengah berbaring. Namun, kepala masih belum begitu kuat untuk ditarik pada posisi duduk. Membantu bayi guna melatih otot-otot leher serta bahu supaya bisa menopang kepala begitu penting. Anda bisa menarik secara perlahan saat bayi terlentang pada posisi duduk dan sedikit topangan di kepala. Ketika bayi sudah dapat ditarik tanpa ditopang kepalanya. Dengan begitu bayi sudah siap untuk diajak duduk dengan bantuan, ditopang ataupun disandarkan di pangkuan.

Proses Perkembangan

Usaha yang dilakukan agar bisa duduk dimulai sejak bayi masih berusia empat bulan atau berusia lima bulan. Akan tetapi, bayi tidak dapat langsung melakukannya dengan seketika. Mereka akan mengawalinya dengan cara memiringkan badan terlebih dahulu. Dan selanjutnya belajar memakai lengan untuk menahan badannya. Kemudian pada saat bayi telah menginjak usia lima bulan atau usia enam bulan, otot punggungnya sudah bisa kuat bagi bayi untuk melanjutkan kemampuan duduk walaupun masih banyak dibantu dengan lengan. Namun, hanya saja pada saat usia ini, kemampuan duduk bayi belum bisa dikatakan stabil. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan dari otot punggung serta keseimbangan tubuh, maka kemampuan duduk seorang anak juga akan semakin stabil.

Guna mendukung perkembangan bayi dan kemampuan bayi bisa duduk dengan normal, orang tua bisa berperan dalam membantu. Dengan cara perlahan, angkatlah badannya pada saat bayi masih dalam posisi terlentang. Kemudian gerak-gerakan sampai badannya terangkat. Dan sampai posisi duduk selama beberapa waktu. Pakailah suara-suara yang menarik supaya bayi bisa tertarik dan latihan ini lebih menyenangkan.

Inilah Makanan Penambah Darah Untuk Ibu Hamil Yang Sehat

Saat saat kehamilan merupakan masa yang dinanti nanti, terutama untuk pasangan yang menginginkan segera mempunyai momongan. Memang terjadi banyak perubahan semasa kehamilan seperti halnya bentuk tubuh sang ibu, hingga sampai suplemen atau gizi yang diperlukan oleh tubuh. Salah satudiantaranya yaitu makanan penambah darah untuk ibu hamil, buah buahan, protein, vitamin, dan juga zat gizi lain yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan janin.

Pada saat hamil, wanita akan merasakan tubuhnya kurang mampu untuk bekerja seperti biasanya secara maksimal. Kaum wanita yang sedang mengandung juga sering merasakan kepala pusing, mual, letih, sesak nafas dan juga keluhan lainnya. Wanita hamil bisa mengalami kekurangan darah bisa diakibatkan karena kurang asupan zat besi yang dimakan pada setiap harinya. Sedangkan pola makan yang terganggu disebabkan karena rasa mual, dan faktor yang lainnya. Oleh sebab itu untuk mengatasi permasalahan anemia ataupun kekurangan darah pada ibu yang mengandung dapat dengan makan makanan yang sehat. Sehingga bisa menambah darah agar asupan gizi pada tubuh dapat dipenuhi. Makanan merupakan salah satu penyumbang darah yang paling besar yang dapat mengembalikan tekanan darah agar menjadi normal kembali. Ini juga berpengaruh untuk kesehatan anak dalam kandungan.

Sayuran Penambah Darah Untuk Ibu Hamil

Anda juga dapat makan berbagai macam sayuran guna meningkatkan kadar hemoglobin dari tubuh. Dan membuat orang hamil terhindar dari anemia. Sayuran begitu baik dikonsumsi untuk ibu mengandung sebab didalamnya terdapat serat, nutrisi serta vitamin. Tak hanya itu, sayuran juga terdapat zat besi. Dan bila dikonsumsi pada jumlah cukup akan menghindarkan ibu hamil dari resiko anemia. Dan jenis sayuran yang baik untuk dikonsumsi seorang ibu mengandungl yang kekurangan darah yaitu sayuran hijau. Sebab terdapat zat besi yang lebih tinggi jika dibandingkan sayuran lainnya. Contoh sayuran yang banyak kandungan zat besi yakni bayam, brokoli, kacang panjang, sawi, lobak, kacang polong hijau serta kacang merah.

Jus Buah Penambah Darah

Selain sayuran hijau dan makanan, buah-buahan juga sangat bervitamin untuk penambah darah ibu yang sedang hamil. Biasanya buah mengandung banyak sekali vitamin A, vitamin B kompleks serta vitamin C yang seluruhnya bagus untuk kesehatan ibu dan juga janin. Akan tetapi, guna meningkatkan hemoglobin dalam tubuh, lebih baik anda mengkonsumsi buah yang banyak kandungan zat besi seperti halnya alpukat, apel, semangka dan juga kurma. Keempat dari buah itu mempunyai kandungan zat besi yang sangat tinggi. Anda dapat mengkonsumi buah buahan tadi menjadi jus yang sangat menyegarkan.

Banyak Mengkonsumsi Buah-Buahan

Buah buahan banyak sekali mengandung vitamin sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan anemia atau bisa disebut kekurangan darah yang terjadi pada ibu hamil. Buah buahan juga telah tebukti sebagai buah pelancar peredaran darah serta baik untuk kesehatan tubuh ibu yang sedang mengandung. Oleh sebab itu pada waktu wanita sedang hamil disarankan untuk secara rutin mengkonsumsi buah-buahan yang masih segar. Misalnya mengkonsumsi buah tomat pada setiap harinya. Tomat banyak mengandung vitamin A dan juga vitamin C yang bisa menambah darah untuk ibu yang sedang hamil. Selain tomat, apel juga mempunyai kandungan vitamin C yang sangat tinggi yang bisa menjadi sarapan tepat untuk penderita yang kurang darah. Kandungan vitamin C yang ada pada buah jeruk bisa memperbanyak sel darah merah pada dalam tubuh serta begitu baik untuk penderita anemia. Buah juga baik untuk perkembangan anak dalam kandungan.

Mengkonsumsi Daging

Daging termasuk salah satu makanan yang banyak mengandung zat besi yang cukup tinggi. Sehingga sangat baik untuk menambah darah pada ibu yang sedang mengandung. Dengan mengkonsumsi daging, ini akan membantu penambahan sel darah merah yang ada pada tubuh. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi daging berlebihan atau terlalu banyak, sebab daging meningkatkan kolesterol yang ada pada tubuh ibu hamil.

Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi Mudah dan Aman

Cegukan tidak hanya dialami oleh orang yang dewasa saja, akan tetapi bayi pun juga sering mengalami masalah cegukan. Cara menghilangkan cegukan pada bayi bisa dilakukan secara aman dan mudah. Anda semua yang telah menjadi ayah serta bunda tentu merasa cemas serta khawatir saat anak anda sakit. Apalagi jika bayi mengeluarkan suara yang aneh dengan cara ulang-ulang seperti halnya cegukan. Sebetulnya cegukan terjadi akibat kedutan yang asalnya dari difragma yang terjadi secara ulang-ulang tanpa dapat dikontrol. Kontraksi pada diafragma ini yang mengakibatkan pita suara menjadi tertutup serta menghlangi suplai udara ke paru-paru.

Penyebab Cegukan Pada Bayi

Penyebab cegukan lainnya yaitu akibat bayi tertawa pada waktu makan serta minum. Antara proses menelan makanan serta air bersama senda gurau yang menjadikan bayi tertawa dan dapat membuat bayi cegukan. Para orang tua janganlah khawatir, cegukan termasuk hal normal dan umumnya sembuh sendiri pada waktu beberapa menit. Atasilah cegukan bayi dengan benar yaitu bayi diistirahatkan dan jangan mengganggu saat sedang makan, minum ataupun sedang menyusui ASI. Sebab seringkali rasa sayang orang tua ditunjukkan dengan mengajak bayi aktif bercanda. Namun, pada waktu makan serta minum, biarkanlah anak anda merasa kenyang.

Anda tidak usah khawatir sebab seiring dengan berjalannya waktu, cegukan yang dialami oleh bayi akan menghilang. ini disebabkan bayi sudah mempunyai keseimbangan dalam sistem tubuh bayi  seiring dengan bertumbuhnya usia bayi anda. Dan menjadikan bayi anda tidak akan kerap mengalami cegukan. Cegukan memang bukan merupakan sebuah tanda yang membahayakan. Namun, jika dibiarkan akan dapat menggangu kenyamanan pada bayi anda. Berikut ini cara mengatasi cegukan pada bayi.

Usahakan Bayi Bersendawa Setelah Mendapatkan ASI

Setelah bayi anda minum ASI, buatlah bayi menjadi bersendawa. Ini merupakan salah satu cara dalam mengurangi bayi anda yang mengalami cegukan. Dengan bersendawa, bayi anda bisa mengeluarkan udara yang banyak dalam dalam perutnya. Tak hanya itu, dengan bersendawa bisa melepaskan kejang otot dan bisa menghentikan cegukan yang bayi anda alami. Untuk mebjadikan bayi anda bersendawa langkah yang anda lakukan ialah dengan membuat bayi anda berdiri. Selanjutnya anda memposisikan badan bayi anda ada pada bagian pundak, dan menjadikan badan bayi anda sejajar di pundak anda.

Pijat Perlahan Bagian Belakang

cara menghilangkan cegukan pada bayi memang memerlukan cara tertentu, yang dapat membuatnya tenang jika anda bisa memijat pada bagian belakang. Maksudnya hal ini yaitu dengan cara menggosok punggung bayi dengan tenang. Ini bisa menjadikan cegukan yang dialami bayi anda bisa berkurang. Anda tidak perlu merasa khawatir sebab cegukan sementara waktu tidak akan membuatnya mengalami hal yang berbahaya.

Ubahlah Posisi Ketika Menyusui

Pada waktu bayi anda memperoleh kebutuhan gizi dari ASI maka seringkali bayi anda menelan udara yang berlebih. Ini yang memicu terjadinya masalah cegukan. Saat bayi anda sedang minum asi dan mengalami cegukan maka yang bisa anda lakukan yaitu dengan mengubah posisi saat menyusui bayi anda. Sehingga bisa membatasi jumlah udara yang masuk pada mulutnya. Jika bayi menjadi lebih sering mengalami masalah cegukan, lebih baik anda menghentikan untuk sementara air susu, ditakutkan akan membuatnya jadi tersendak.

Demikianlah cara menghilangkan cegukan pada bayi yang bisa anda coba dengan cepat dan mudah. Dengan cara alami ini, bayi anda akan tidak mengalami cegukan lagi.

Inilah Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Menyusui

Menyusui sangat dianjurkan untuk ibu yang baru saja melahirkan anaknya. Karena kegiatan ini mempunyai manfaat yang baik pada kesehatan. Bahkan sebuah penelitian menunjukan bila bayi yang menyusui mempunyai resiko yang rendah pada serangan penyakit pada perut. Terserang virus dan infeksi telinga. Selain itu, anak-anak yang memperoleh ASI juga mempunyai resiko yang rendah pada pengembangan alergi serta obesitas. Dan mempunyai efek yang baik pada kecerdasan anak.

Sama halnya saat ibu hamil, makanan yang bernutrisi juga sama pentingnya dijaga saat periode menyusui. Ibu yang menyusui sebaiknya dapat mengatur serta memahami makanan apa saja yang harus masuk pada tubuhnya. Hal ini untuk memperlancar dan juga memperbanyak produksi ASI. Dan tentunya juga untuk kesehatan dan perkembangan bayi tercinta. Tetapi, sampai saat ini masih banyak ibu baru yang kurang mengetahui makanan apa saja yang baik dikonsumsi waktu menyusui serta makanan apa saja yang harus dihindari. Berikut ini makanan yang dilarang untuk ibu menyusui.

Ikan Laut Dengan Kandungan Merkuri Tinggi

Pada umumnya makanan ibu menyusui memang memerlukan protein yang tinggi, termasuk juga protein nabati dari ikan. Tapi lebih baik ibu menyusui tidak makan ikan laut ataupun makanan laut yang terdapat merkuri tinggi. Merkuri dapat masuk ke dalam tubuh ibu dan berikutnya diterima oleh bayi dari ASI. Zat merkuri dari ikan dapat menyebabkan keracunan ataupun resiko penyakit kanker di masa akan datang. Beberapa ikan yang terdapat zat merkuri yaitu ikan tuna sirip kuning, makarel, tongkol laut dan juga hiu. Jika akan makan ikan, anda bisa makan ikan dengan jenis salmon.

Coklat

Ibu yang sedang menyusui juga tidak dapat menerima kafein. Sebab kafein dapat menimbulkan dampak yang serius pada bayi. Bayi Anda masih begitu kecil untuk mendapat kafein. karena bisa menimbulkan dampak seperti halnya perut kembung pada bayi, atau bayi sering menggeliat. Bisa juga bayi kerap buang angin atau mengalami diare, mual dan juga muntah. Coklat merupakan jenis makanan yang mengandung kafein. Dan kandungan kafein pada coklat dengan berat 100 gram dapat mencapai 5 – 35 mg kafein. Teh dan kopi juga mengandung kafein. Ini merupakan makanan yang dilarang untuk ibu menyusui.

Makanan Pedas

Makanan yang memiliki bumbu dan juga mempunyai cita rasa pedas memang sangatlah menggoda untuk dikonsumsi. Apalagi bila cuaca sedang terasa panas, keinginan untuk mengkonsumsi makanan yang rasanya pedas akan semakin bertambah berselera. Hanya saja, untuk makanan berempah seperti halnya kayu manis, kari, cabai dan juga paprika tidak baik pada kesehatan dan juga sistem pencernaan bayi. Untuk itu lebih baiknya, kurangilah mengkonsumsi terhadap makanan yang memiliki rasa pedaz ini. Supaya kesehatan bayi bisa terjaga dengan baik.

Brokoli

Brokoli memang termasuk sayuran yang kaya dengan nutrisi dan mempunyai kandungan antioksidan yang baik untuk tubuh kita. Namun sayangnya, brokoli dan juga kembang kol bisa menyebabkan masalah dalam sistem pencernaan bayi yang akan menjadikan bayi mulas dan juga sering buang angin. Hal ini disebabkan efek gas yang terdapat pada brokoli yang menjadikan bayi ingin selalu buang angin. Untuk itu, lebih baiknya anda hindari mengkonsumsi makanan yang terdapat brokoli ataupun kembang kol dalam sementara waktu, selama anda masih menyusui.

Demikianlah ulasan mengenai makanan yang dilarang untuk ibu yang sedang menyusui. Semoga bisa bermanfaat bagia anda.

Makanan Yang Baik Untuk Ibu Menyusui Yang Perlu Anda Tau

Hingga usia dua tahun, bayi mengalami perkembangan otak yang begitu cepat bila dibandingkan dengan perkembangan kesehatan otak pada periode lainnya. Ini merupakan hal yang seharusnya tidak diabaikan oleh seorang ibu terutama yang pertama mempunyai anak. Perkembangan otak yang begitu cepat ini seharusnya ditanggapi dengan usaha yang tepat guna mendukung tumbuh kembang dari bayi. Tentunya tidak hanya dari sisi perkembangan otak saja. Mempunyai bayi yang cerdas merupakan dambaan semua para ibu. Maka dari itu, tidak heran apabila banyak seorang ibu yang giat berusaha guna memenuhi keperluan sang bayi. Termasuk dengan menyantap makanan yang mungkin sebenarnya bukan termasuk menu makanan sehat yang disukai.

Ibu menyusui pada umumnya tidak perlu melakukan perubahan untuk jadwal ataupun jumlah gizi makanan saat sedang menyusui. Terdapat hal yang penting, makanan untuk ibu menyusui harus dapat memberikan nutrisi yang cukup, baik untuk ibu sendiri maupun untuk perkembangan bayi. Makanan untuk ibu yang sedang menyusui harus lebih diperhatikan sebab kesehatan yang harus dijaga tidak hanya sang ibu saja, akan tetapi anaknya juga harus dijaga kesehatannya. Seorang ibu akan merasa senang jika bisa memberikan ASI eksklusif pada anaknya. Berikut ini makanan yang baik untuk ibu menyusui.

Gandum Utuh Dan Nasi Merah

Kebutuhan akan karbohidrat yang dapat diperoleh dari nasi serta roti tentu saja harus dipenuhi. Agar tidak hanya karbohidrat saja yang masuk, kadang kala gantilah menu ini menggunakan makanan dengan bahan gandum utuh yang lebih kaya akan serat. Makanan dengan jenis ini juga mempunyai manfaat yang begitu baik untuk ibu sertz bayi. Sebab banyak mengandung asam folat. Tak hanya gandum utuh, nasi merah dapat dijadikan alternatif sebab dapat menyediakan kalori dalam produksi ASI dengan kualitas yang tinggi.

Buah dan Sayuran

Buah serta sayuran mempunyai aneka mikronutrisi yang memiliki peran penting pada perkembangan ibu dan juga anak. Serat yang terkandung dalam buah dan sayuran sangatlah baik untuk sistem pencernaan ibu yang sedang menyusui. Berbagai keluhan yang sering terjadi setelah melahirkan dapat diatasi dengan konsumsi buah serta sayuran yang cukup. Pastikanlah buah dan juga sayuran yang Anda konsumsi telah terbebas dari pestisida.

Susu Rendah Lemak

Walaupun anda dianjurkan untuk mengonsumsi susu, akan tetapi ibu dianjurkan untuk mengonsumsi susu serta makanan olahan susu lainnya yang rendah akan lemak. Salah satu makanan yang bisa memperbanyak ASI adalah susu . Anda dapat mengonsumsi susu rendah lemak ataupun olahan susu yang lainnya. Seperti halnya keju dan juga yogurt. Pastikanlah susu yang Anda konsumsi banyak mengandung vitamin B, vitamin D, protein, serta mengandung kalsium. Setidaknya ibu dianjurkan untuk minum tiga gelas susu pada tiap harinya.

Ikan Salmon

Jenis ikan yang berikut ini mungkin memang begitu sulit diperoleh di pasar-pasar tradisional. Sebab ikan salmon tidak tergolong ikan khas Indonesia. Namun, setidaknya ikan salmon ini termasuk jenis makanan untuk ibu menyusui yang dapat meningkatkan kualitas dari ASI. Ikan salmon ini mempunyai kandungan DHA yang begitu tinggi. DHA sendiri begitu penting serta dibutuhkan oleh bayi dalam tumbuh kembang pada sistem sarafnya. ASI telah mengandung DHA, namun agar kualitas nutrisinya jadi lebih tinggi, Anda dapat memperolehtambahan DHA dari makanan yang Anda makan. Selain itu untuk seorang ibu, DHA ini juga memiliki manfaat guna memperbaiki mood.